laporan praktikum pemuliaan tanaman


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
    Bunga merupakan alat reproduksi pada tumbuhan, biasanya olehnya dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat-alat yang demikian dinamakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan dalam 2 golongan yang bersifat vegetatif dan yang generatif. Alat perkembangbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Oleh sebab itu suatu tumbuhan berbiji, jika sudah tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa yang disebut persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang kita sebut buah, yang didalamnya terkandung biji, dan biji inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru (Solikhin, 2008).
            Bagian pokok tumbuhan hanya ada 3 macam yaitu, akar, batang dan daun dan setiap bagian lainya hanya merupakan penjelmaan ketiga bagian pokok tersebut. Jadi bunga sebagai suatu bagian tumbuhan harus pula merupakan penjelmaan dari salah satu atau kombinai ketiga bagian pokok tadi. Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan  alat-alat perkembangbiakan (Tjirosoepomo, 1985).
            Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya lalu berhenti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar bunga, sedang daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnannya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorphosis menjad bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa yang akhirnya akan menghasilkan individu baru tadi (Saktiono, 1989).
1.2. TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mempelajari bunga beserta bagian-bagiannya.
2.      Mempelajari kapan saat atau waktu bunga tersebut mengalami penyerbukan.
3.      Mempelajari tipe penyerbukan tanaman tersebut.
4.      Buatlah diagram masing-masing bunga, sebutkan masing bagian dan jumlah bagian bunganya.
5.      Susunlah rumus dan bagian bunga
6.      Melalui pustaka pelajarilah kapan saat bunga tersebut mengalami penyerbukan dan tipe penyerbukannya.



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bunga adalah struktur pembiakan pada tumbuhan berbunga, yaitu tumbuhan-tumbuhan dalam divisi Magnoliophyta. Bunga mengandung organ-organ tumbuhan, dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui pembiakan. Untuk tumbuhan-tumbuhan yang bertaraf lebih tinggi, biji-biji merupakan generasi berikutnya, dan bertindak sebagai cara yang utama untuk penyebaran individu-individu spesies secara luas. Selepas persenyawaan, sebagian dari bunga itu akan berkembang menjadi buah yang meBunga terdiri atas sebuah sumbu yang padanya organ-organ bunga yang lain tumbuh. Bagian dari sumbu yang merupakan ruas yang berakhir dengan tangkai bunga (pedisel). Ujung distal pedisel ini mengembang dengan panjang yang beragam dan bagian ini disebut reseptakael bunga (talamus). Organ-organ bunga melekat pada reseptakel. Sebuah bunga yang khas mempunyai empat macam organ. Organ-organ yang paling luar adalah sepal yang secara bersama-sama membentuk kaliks yang biasanya berwaran hijau dan ditemukan paling rendah kedudukannya pada reseptakel. Disebelah dalam sepal adalah corolla yang terdiri atas petal, pada umumnya berwarna yang membentuk perhiasan bunga. Bila semua perhiasan bunga itu sama, mereka disebut tepal. Di dalam perhiasan bunga dijumpai dua macam organ reproduksi, yang sebelah luar disebut stamen yang bersma-sama membentuk androsium, dan sebelah dalam di sebut karpel yang membentuk ginesiumngandung biji-biji (Stace, 1980).
Bagian-bagian bunga tunggal terdiri atas tangkai bunga (pedicel), dasar bunga (receptacle), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistil). Bagian-bagian bunga majemuk terdiri atas ibu tangkai bunga (peduncle), daun pelindung (bract), daun tangkai (bracteola), tangkai daun dan bunga (Stace, 1980).
            Berdasarkan jumlah bunga, tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora) dan tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora). Berdasarkan letaknya, bunga dibedakan menjadi bunga terminal bila letaknya di ujung cabang atau ujung batang; dan bunga aksiler apabila bunga terletak di ketiak daun (Sulasmi, 2004).
Bagian bunga seperti daun kelopak dan daun mahkota berada pada susunan tertentu ketika masih kuncup. Hal ini disebut estivasi, contohnya estivasi valvate, valvate induplicate, valvate reduplicate, imbricate, ascending imbricate, descending imbricate, convolute, plicate, open dan quincuncial (Tjitrosoepomo, 1989).
Jika suatu tumbuhan hanya mempunyai satu bunga saja, biasanya bunga itu terdapat pada ujung batang, jika bunganya banyak, dapat sebagian bunga – bunga tadi terdapat dalam ketiak – ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang – cabang. Jadi menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan (Tjitrosoepomo, 1989):
·         Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya bunga coklat, kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz).
·         Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya pada kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), kembang telang (Clitoria ternatea L.).
Bunga majemuk dapat dibedakan menjadi bunga majemuk terbatas dan bunga majemuk tidak terbatas. Contoh bunga majemuk terbatas adalah monochasium yang terdiri atas monochasium tunggal, sekrup, dan bercabang seling; dichasium yang terdiri atas dichasium tunggal dan dichasium majemuk; pleiochasium; bunga kipas dan bunga sabit (Widya, 1989).
Bunga majemuk tidak terbatas dibedakan menjadi bunga majemuk dengan ibu tangkai tidak bercabang dan bunga majemuk dengan ibu tangkai bercabang. Contoh yang pertama adalah bunga bulir, tongkol, untai, tandan, cawan, payung, bongkol, dan bunga periuk. Contoh yang kedua adalah bunga malai, thyrse, malai rata, bulir majemuk, tongkol majemuk dan payung majemuk (Dod, 1979).
Tipe lain bunga majemuk adalah bunga karangan semu, cyathium, berkas, tukal, dan lembing. Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap, bunga tidak lengkap, bunga sempurna (biseksual/hermaprodit) dan bunga tidak sempurna (uniseksual). Bunga uniseksual terdiri atas bunga jantan dan bunga betina. Berdasarkan pada kelamin bunga yang terdapat dalam suatu tumbuhan maka tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan berumah satu (monoecious), tumbuhan berumah dua (diecious) dan polygamous (Sudarnadi, 1996).



























BAB III
METODELOGI PELAKSANAAN
6.1.ALAT DAN BAHAN
o   ALAT
ü  Kaca pembesar
ü  Nampan
ü  Jangka sorong
ü  Pinset ujung runcing
o   Bahan
ü  Bunga

6.2. CARA KERJA
1.      Amatilah setiap bunga yang di sediakan
2.      Memperhatikan setiap bagian yang ada pada bunga
3.      Tuliskan bagian-bagian bunga serta jumlahnya
4.      Buatlah diagrammatis masing-masing bunga sebutkan bagian dan jumlah bagian bunga.
5.      Susunlah rumus dan diagram bunga.
6.      Melalui pustaka pelajari kapan saat bunga tersebut mengalami penyerbukan dan tipe penyerbukan bunga.  










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. HASIL
Bagian bagian bunga beserta jumlahnya dapat dilihat pada tabel dibawah
NO
NAMA BUNGA
BAGIAN BUNGA
JUMLAH
GAMBAR
1
Padi
Kelopak
Benang sari
Putik

2
6
2
Description: C:\Users\Toshiba\Downloads\bunga2.png


2
Pepaya
Kelopak
Benang sari
Tangkai

5
8
1
Description: C:\Users\Toshiba\Downloads\a_files\images_016.jpg
3
Cabai

Mahkota
Benang sari
putik
5
6
1
Description: Hasil gambar untuk gambar bunga cabai dan bagiannya
4
melinjo
Bakal buah

Description: C:\Users\Toshiba\Downloads\index.jpg
5
Kacang panjang 
Bendera
Syap
Benang sari
putik
2
2
8
1
Description: Hasil gambar untuk gambar bunga kacang panjang dan bagiannya
6
Bunga pedang


Description: Hasil gambar untuk gambar bunga kacang pedang dan bagiannya, jumlah bagian bunganya
7
Bunga kacang tanah


Description: Hasil gambar untuk gambar bunga kacang kacang tanah dan bagiannya, jumlah bagian bunganya
8
Bengkoang
Kelopak
Mahkota
Benang sari
putik
2
2
7
1











4.2. PEMBAHASAN
1.      Bunga padi
Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang di atas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai denganwarna pada umumnya putih atau ungu.
      Malai padi terdiri dari bagian-bagian : tangkai bunga, dua sekam kelopak (terletak pada dasar tangkai bunga) dan beberapa bunga. Masing-msing bunga mempunyai dua sekam mahkota, yang terbawah disebut lemma sedang lainnya disebut palea: dua lodicula yang terletak pada dasar bunga, yang sebenarnay adalah dua daun mahkota yang sudah berubah bentuknya. Lodicula memegang peranan penting dalam pembukaan palea pada waktu berbunga karena ia menghisap air dari bakal buah sehingga mengembang dan oleh pengembangan ini palea dipaksakan membuka.

      Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjadi mengembang karena ia menghisap air dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka. Hal ini memungkinkan benang sari yang sedang memanjang, keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi.

      Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepungsarinya. Sesudah tepung sari ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari ke kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukan. Kemudian terjadilah pembuahan yang menghasilkan lembaga dan endosperm. Endosperm adalah penting sebagai sumber makanan cadangan bagi tanaman yang baru tumbuh.
2.      Bunga cabai
Bunga pada tanaman cabe merah sangat lah bervariasi , namun memiliki bentuk yang sama yaitu memiliki bentuk bintang . Bunga tumbu di dekat bagian daun , dalam keadaan tunggal atau berkelompok dalam satu tandannya . Dalam satu tandan ( kelompok ) terdapat 2-3 bunga , sedangkan mahkota memiliki bermacam-macam warna yaitu putih , putih kehijauan , dan keungguan. Memiliki dia meter bunga antar 5 – 20 mm .
Bunga tanaman cabe merupakan bunga yang sangat sempurnya , karena bunga jantan dan bunga betina pemasakan di lakukan dengan waktu yang sama . Sedangkan penyerbukan tanaman cabe di bantu dengan angin yang memiliki kecepatan 10 – 20 km/jam .
3.      Bunga pepaya
Bunga pada tanaman cabe merah sangat lah bervariasi , namun memiliki bentuk yang sama yaitu memiliki bentuk bintang . Bunga tumbu di dekat bagian daun , dalam keadaan tunggal atau berkelompok dalam satu tandannya . Dalam satu tandan ( kelompok ) terdapat 2-3 bunga , sedangkan mahkota memiliki bermacam-macam warna yaitu putih , putih kehijauan , dan keungguan. Memiliki dia meter bunga antar 5 – 20 mm .
Bunga tanaman cabe merupakan bunga yang sangat sempurnya , karena bunga jantan dan bunga betina pemasakan di lakukan dengan waktu yang sama . Sedangkan penyerbukan tanaman cabe di bantu dengan angin yang memiliki kecepatan 10 – 20 km/jam .
4.      Bunga kacang  tanah
Bunga kacang tanah berwarna kuning dan mekar di malam hari, melakukan proses penyerbukan pada pagi hari, dan akan layu disore hari. Bunga menandakan adanya polong namun yang berhasil menjadi polong hanya 15-20 %.
buah kacang tanah berbentuk polong. Polong akan terbentuk setelah bunga selesai melakukan proses pembuahan. Setelah pembuahan, maka akan membentuk bakal buah yang disebut ginofora. Ginofora akan membentuk tangkai polong yang akan masuk ke dalam tanah, disini peranan hujan sengat dibutuhkan. Setelah ginofora membentuk polong maka proses pertumbuhannya akan terhenti.
Kulit biji kacang tanah berwarna putih, fles, coklat, merah muda, merah, ungu dan ungu tua tergantung varietasnya. Struktur kulit polong bervariasi antara halus, sedang sampai dengan kasar. Jenis atau varietas kacang tanah yang berkulit kasar memiliki kecenderungan tahan terhadap hama penggerek kacang (Cylas formicarius F). Kacang tanah yang berkadar lemak tinggi kecenderungan memiliki rasa gurih (Tim Pelepas Varietas Kacang Tanah, 2009).
5.      Bunga kacang panjang
Bunga tanaman kacang panjang berbentuk kupu–kupu, terletak pada ujung tangkai, serta tidak tumbuh dan mekar serentak. Panjang tangkai bunga ±40 cm. Satu tangkai terdapat 4–6 kuntum bunga, setiap kuntum memiliki tiga daun mahkota. Dua daun mahkota terletak bersebelahan, sedangkan satu daun mahkota terletak di bawah. Warna bunga putih, kuning, atau kebiru–biruan, mempunyai benang sari dan kepala putik.
6.      Bunga bengkoang
Bunga tanaman ini tersusun atas tandan yang tumbuh pada ketiiak daun, bunga ini memiliki panjang 60 cm, berambut coklat, dan berbentuk hampir menyerupai lonceng. Selain itu, bunga mahkota berwarna kebiruan hingga keungguan, gundul, dengan panjang 2-3 cm, tangkai sari pipih, dan pangkal bagian ujung menggulung. 
7.      Bunga melinjo
Bunga melinjo adalah bunga tidak sempurna yang berumah dua dan muncul di ketiak daun. Bunga jantan terdiri dariterdiri dari benang sari, sedangkan bunga betinaa terletak dari dalam karangan butir. Tanaman melinjotidak memproduksi bunga dan buah sejati , yang ssering di anggap sebagai buah pada tanamanini sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh kulit luar yang berdaging.
8.      Bunga pedang









BAB IV
KESIMPULAN
Dari praktikum atas dapat disimpulkan bahwa :
·         Dalam bunga memiliki beberapa bagian yaitu : kelopak bunga, mahkota bunga, tangkai, benang sari, dan putik.
·          














DAFTAR PUSTAKA
Broertjes and Van Harten, 1988. Applied mutation breeding for vegetatively propagated crops. Bloom bollen cultur 95(25): 566-567.
Crowder, L. V. 2006. Genetika Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Rukmana, H. R. 1997. Usaha Tani Jagung. Kanisius. Jakarta.
Soebagio, H. 1990. Analisis korelasi parsial antara hasil dengan karakter-karakter tanaman jagung. Riset Hasil Penelitian Tanaman Pangan: 135-138.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH ACARA III UJI VIGOR BENIH

laporan praktikum Hibridisasi dan kastrasi pada tanaman padi

laporan praktikum kultur jaringan pengenalan laboratorium